TUNTUT KEADILAN PERTAMINA, WARSIT TURUN JALAN BERSAMA PENDEMO

0 979

Haloblora.co – Ratusan massa dari Kelompok Sedulur Relawan Tani dan Front Blora Selatan datangi fasilitas Central Processing Plan Gas milik Pertamina Asset 4 Cepu, di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Kedatangan mereka untuk berorasi menyampaikan aspirasi dan tuntutan terkait operasional yang dulunya bernama Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ).

Koordinator Aksi, Exsy Agus Wijaya melalui megaphonenya menyampaikan bahwa aksi tersebut untuk melaksanakan hak konstitusional Warga Negara Republik Indonesia.

“Aksi ini adalah untuk menyampaikan hak konstitusional kami, untuk berkumpul, berserikat dan menyampaikan pendapat diatur dalam Undang – Undang, maka dari itu, kami ingin menanyakan terkait manfaat dari adanya proyek gas di sini, sudahkah digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora, ternyata tidak, rakyat masih miskin, infrastruktur hancur, kemana dana bagi hasil gas dan CSRnya, tapi sayang tidak ada pihak Pertamina Asset 4 yang hadir di sini,” ungkap Exsy.

Protes Ketidakadilan Pertamina
Dengan membentangkan spanduk kuning dan tulisan merah hitam yang mencolok, berisi sindiran – sindiran sarkasme, seperti ucapan terimakasih atas eksploitasi sumber daya alam minyak dan gas oleh Pertamina di Blora. Seperti tulisan “Terimakasih, Anda Telah Memberikan Rasa Nyaman dan Kesejahteraan Untuk Masyarakat Desa Sumber” tapi dibawahnya diberikan Tagar #Tapiboong dan # desatermiskin.

Sindiran – sindiran tersebut adalah keadaan yang nyata dialami warga Desa Sumber, sebagai ring satu tempat CPP Gas Gundih berada. Tak heran, Anggota DPRD Blora dari Partai Hanura, HM Warsit, turut mengecam keberadaan kilang gas dari Pertamina Asset 4 Cepu, yang menjadi sumber utama bahan bakar Pembangkit Listrik Tambakklorok, dan Rusunawa di Semarang.

“Proyek CPP Gas ini tidak bisa memberikan manfaat untuk warga Menden justru semua dinikmati oleh orang luar, karena pelelangan dari pusat, dan pajak air tanah tidak dibayar oleh CPP Gas Gundih,” ungkapnya di hadapan peserta aksi.
Di saat yang sama, Iwan Seken koordinator aksi, mempertanyakan terkait proyek pemasangan jaringan Gas dari PT Markonah yang menghabiskan biaya Rp. 60 Milyar, pada tahun 2014, yang mangkrak, karena tidak dialiri gas.

“Ini proyek besar, pemasangan jargas dari PT Markonah menghabiskan Rp. 60 Milyar, ini mangkrak, lalu kemana itu gas 0,2 – 0,3 MMT gas itu alirannya, mestinya Blora bisa dapat 10.000 lebih pasangan jargas ini, tapi kenapa cuma dapat 4200 pasangan jargas dan itu hanya di Menden, lalu bagaimana dengan daerah lainnya, yang juga ada sumur gasnya, kok malah dipakai untuk rusunawa di Semarang?” tanyanya.

Sementara itu, Grexx juga menyampaikan orasinya, bahwa aksi ini adalah embrio perlawanan warga kepada Badan Usaha Milik Negara yang mengelola migas di Blora.

“Ini adalah awal, kalau tidak serius ditanggapi akan kita gerakkan massa yang lebih besar lagi, ini adalah soal keadilan, kita dari Front Blora Selatan, bukan bermaksud untuk menolak investasi, justru ini adalah upaya untuk menarik investasi ke Blora, bila supplay gas bisa dimanfaatkan untuk bangun industri di Blora,” tandasnya.

Melalui telepon, Humas Pertamina Asset 4 Cepu, Restu, menyampaikan siap menampung dan menyampaikan kepada Pusat, semua tuntutan itu akan dikaji di Pertamina Pusat.

“Kami siap menampung aspirasi tersebut, dan siap bertemu untuk berdialog bersama, ” pungkasnya.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.