BREAKING NEWS

  • Lagi,Tujuh Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemkab Blora Dimutasi
  • LUAR BIASA, INI JUARA BLORA SINDEN IDOL 2023
  • Edy Wuryanto, Apresiasi Capaian UHC Blora Harus Didukung dengan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
  • Blora Socmed Award 2023, Dinkes Mendapatkan Predikat Juara Terbaik,Dindukcapil Juara Teraktif
  • Bupati Lantik 198 PPPK di Lingkungan Pemkab Blora
  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko

TEKEN NASKAH PERJANJIAN HIBAH BARANG BUPATI BLORA AJUKAN BANTUAN PEMBANGUNAN JALAN KE BOJONEGORO

0 247

Haloblora.co – Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., pada Rabu (3/11/2021), melaksanakan kunjungan kerja ke Pemkab Bojonegoro. Dengan didampingi Sekda, Plt. Kepala Bappeda, Plt. Kepala BPPKAD, dan Kepala DPUPR, Bupati Arief diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah di rumah dinasnya.

Dari pihak Pemkab Bojonegoro pun tampak hadir Asisten Sekda, Kepala BPPKAD, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas PUBM dan Penataan Ruang.

Kedatangan Bupati Arief dari Blora ke Bojonegoro, yang pertama untuk melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Barang (NPHD) dengan Bupati Anna Muawanah. Yakni hibah tanah dari Pemkab Blora kepada Pemkab Bojonegoro, sebagai tindak lanjut pembangunan Jembatan Terusan Bojonegoro Blora (TBB) yang awal tahun telah diresmikan.

Selanjutnya dilakukan penyerahan surat permohonan bantuan pembangunan ruas jalan dari Jembatan TBB menuju Bandara Ngloram.

“Tadi kami bersama Ibu Bupati Dr. Hj. Anna Muawanah, Ibu Pembangunannya Bojonegoro telah menandatangani NPHD. Ini sebagai dasar penyerahan hibah sebidang tanah di Desa Medalem Kecamatan Kradenan yang digunakan sebagai tempat pembangunan jembatan TBB penghubung Ngraho Bojonegoro menuju Kradenan Blora,” ucap Bupati Arief.

Pihaknya menyatakan terimakasih kepada Bupati Bojonegoro dan jajarannya yang telah mewujudkan impian puluhan tahun masyarakat kedua wilayah untuk memiliki jembatan.

“Selain itu, kami juga menyerahkan surat permohonan sekaligus proposal bantuan pembangunan ruas jalan dari TBB menuju Bandara Ngloram, yang akan menjadi jalan alternatif bagi warga Bojonegoro bagian barat menuju Bandara Ngloram tanpa melalui pusat keramaian Cepu,” terang Bupati.

Menurut Bupati, hal ini perlu dilakukan karena kondisi jalan tersebut saat ini sedang rusak dan kondisi keuangan APBD Blora sedang tidak memungkinkan untuk memperbaiki secara keseluruhan dalam satu tahun anggaran.

“Beban kita banyak, sehingga ruas mana saja yang memungkinkan bisa dibantu kita ajukan agar bisa mendapatkan bantuan pembangunan. Seperti yang kita ajukan ke Ibu Bupati Bojonegoro ini. Mohon doanya semoga beliau dan jajaran Pemkab Bojonegoro deal,” lanjut Bupati.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah menyambut baik penyerahan surat permohonan bantuan pembangunan jalan dari Bupati Blora. Menurutnya, sepanjang regulasinya membolehkan maka pihaknya siap untuk membantu.

“Kita ini kan hanya Kepala Daerah yang diamanahi untuk membantu Presiden menyejahterakan rakyat Indonesia. Ketika ada sudara kita yang membutuhkan dan itu bisa mendukung kelancaran akses pembangunan ekonomi kawasan, apa salahnya. Ini suratnya kami terima untuk dipelajari terlebih dahulu,” kata Bupati Anna.

“Apalagi ini untuk akses menuju Bandara. Pak Menteri Setneg beberapa waktu lalu juga sudah atensi agar kami bisa membantu daerah lain. Seperti Blora ini meskipun masuk ring 1 Blok Cepu ternyata tidak mendapatkan DBH Migasnya karena teritorialnya tidak satu wilayah provinsi dengan Bojonegoro. Maka lewat jalur bantuan inilah semoga kita bisa membantu untuk bersama-sama membangun kawasan,” tambah Bupati Anna.

Adapun Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, MT., menyampaikan surat permohonan bantuan pembangunan jalan tersebut ditujukan untuk membangun kerusakan jalan dari Medalem menuju Ngloram.

“Ada beberapa alternative ruas yang kita ajukan dalam surat dan proposalnya. Nilainya total sekitar Rp 50 miliar,” ucapnya siangkat. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.