Taman Masjid Perumnas Blora Menjadi Unsur Penting Menciptakan Lingkungan Asri

0 30

Haloblora.co – Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya mengungkapkan, Taman Masjid menjadi unsur penting untuk menciptakan lingkungan yang asri sehingga mampu menampilkan keindahan, kenyamanan, kesejukan, kebersihan, kesehatan dan menjaga lingkungan hidup.

Hal itu disampaikan Bambang Sulistya ketika menyampaikan ceramah (kultum) setalah salat subuh di Masjid Nurul Fallah Perumnas Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Minggu (20/6/2021) pagi.

“Bagi saya kesempatan yang langka dan baik bagi upaya peningkatan keimanan.Seiring situasi masa pandemi COVID-19. Saya menyampakan materi kultum yang berkaita erat sebagai upaya peningkatan imunitas diri dan keimanan dalam kehidupan nyata. Tema yang saya sampaikan manfaat taman masjid bagi umat/masyarakat,” ungkapnya.

Menurut mantan Sekda Blora, istilah taman dalam bahasa arab Roudhah, di dalam Al-Qur’an ada Taman Surga (Raudhatul Jannah).

Saat ini taman masjid menjadi unsur penting untuk menciptakan lingkungan yang asri sehingga mampu menampilkan keindahan, kenyamanan, kesejukan, kebersihan,kesehatan dan menjaga lingkungan hidup. Bahkan dalam hadis Riwayat Muslim menyebutkan, bahwa sungguh Allah itu Keindahan dan Allah menyukai Keindahan.

Disamping itu keberadaan Taman Masjid merupakan pemaknaan tentang Peran dan Fungsi Sosial Masjid.

“Keberadaan Taman Masjid Nurul Fallah yang bernama Taman Perumnas tak terlepas perjuangan dan kegigihan Ketua RW V Perumnas Karangjati, Bapak Bukit Effendi, pada saat merintis menghijau taman dengan nekat bersilahturahmi datang dari rumah ke rumah untuk memohon partisipasi warga untuk ikut menanam tanaman di taman,” ungkapnya.

Bahkan dengan korban perasaan meminta tanaman hias kepada ibu-ibu warga Perumnas untuk di tanam di Taman Masjid.

Tidak tanggung-tanggung, langkah positif dari Ketua RW juga mendapat dukungan dari pengurus Takmir Masjid Nurul Fallah yang di ketua H Slamet Pamuji, yang juga kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora dan dimotivator masjid Kyai Gaul Agus A, diwujudkan dana untuk pemeliharaan taman, dana gaji untuk manajer kebersihan taman.

Gayung bersambut, muncul berbagai relawan taman yang tidak mendapat bayaran tapi siap berkorban untuk kebaikan kelestarian taman, di antaranya Pujianto matan Kabag Hukum Setda Blora, Puji Laras Ati seorang pengusaha catering makanan dan juru rias, Rony seorang pemborong dan Tono, seorang pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta H. Gundala Wejasena saat ini Kepala Dinas Peternaan dan Perikanan Kabupaten Blora.

“Gerakan dan kiprah para relawan ternyata mampu memberikan kontribusi positif bagi Taman Masjid Nurul Fallah,” ucapnya.

Dikatakannya, fakta yang ada bahwa Taman Masjid Nurrul Fallah adalah taman terluas dan paling lengkap di Kabupaten Blora.

Karena ada tempat bermain anak, alat permainan, ada lapangan olah raga volly, basket, ada layanan Wi-fi gratis, ada tempat untuk untuk duduk sambil ngobrol santai dan tergelar tanaman hijau sebanyak 25 jenis tanaman.

Di antaranya mahoni, mangga, jeruk tanggel, sawo kecik, sawo Belanda, alpukat, kelengkeng, jambu kristal, jambu madu, anggur, kurma, belimbing, dan tanaman kedondong.
.
Selain itu ada burung di taman seperti merpati, burung perkutut, burung derkuku, burung prenjak, burung kutilang dan burung emprit kaji. Untuk relawan, kata dia, ada Agus, seorang Guru STM, meski tidak punya burung tapi menyediakan makanan burung tiap hari di Taman Masjid, yang ternyata bisa memikat burung bebas datang ke taman. Sikap bijak yang patut diteladani.

Bambang Sulistya mengungkapkan, manfaat Taman Masjid diambil dari ispirasi tausiah Ustad Adiwarman Anwar Karim yang juga seorang akademisi dan praktisi ekonomi syariah.

“Menurutnya, dalam ilmu tasawuf, rejeki adalah kasta yang paling tinggi. Sehingga saya memaknai Manfaat Taman adalah SEHAT,” ucapnya.

Sebuah akronim yang pengertiannya, S-Segarkan,artinya keberadaan Taman Masjid mampu menyegarkan lingkungan karena dengan tumbuhan yang ada dapat menghasilkan oksigen yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia dan ikut mengurangi polusi udara.

“Ada ungkapan bijak dari seorang Modin yag saat ini menjadi manajer taman Masjid. Yaitu, bila kita mau menanam sebuah tanaman akan bermanfaat bagi seribu kehidupan,” kata Bambang Sulistya.

E- Edukasi, artinya kehadiran taman memberikan edukasi bagi masyarakat, seperti di Taman Masjid Nurul Fallah lebih dari 20 lukisan yang berada di tembok pembatas taman.Salah satunya ada lukisan yang narasinya “Ayo podo Dongo Ben Corona Lungo (mari berdoa biar Corona Pergi)”.

Dikatakannya, inspirarasi dari tulisan tersebut bersal dari Hadist Riwayat Tirmidzi yang mengatakan, doa adalah amalan yang sangat baik dan amalan yang mampu menghadirkan keselamatan.

Sehingga ajakan kepada peserta yang hadir, mari kita tingkatkan, mantabkan ibadah kita agar bebas dari penyakit Virus Corona.

“Menurut Prof Dr Moch Soleh dengan Salat Tahajud secara ikhlas selama 40 hari akan mampu meningkatkan imunitas tubuh dan dapat menyembuhkan penyakit,” ucapnya.

Edukasi juga bisa diperoleh dari berbagai manfaat tanaman yang ada bagi kesehatan.
Bambang Sulistya memperkenalkan salah satu tanaman sawo langka yang di Jawa Tengah hanya di Blora.

Manfaat buahnya bisa membuat awet muda dan meningkatkan kekebalan tubuh, cocok untuk menangkal Covid-19. Bahkan jus buah sawo langka itu pernah dinikmati oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Beliau berpesan agar tanaman tersebut dikembangkan.Tanaman sawo itu sudah di Taman Masjid,” kata dia.

Kemudian, H – Hati Senang, artinya keberadaan taman mampu membuat hati senang karena aneka tanaman dan burung yang ada di taman mampu menggembirakan panca indera kita.

“Contoh ketika saya berada di taman melihat tanaman berbunga dan berbuah tersa terhibur belum kalau mendengar suara burung perkutut terasa adem seperti mendengar siaran radio RRI Semarang masa lalu selalu mengudarakan suara burung perkutut sebelum siaran dimulai.Hati yg senang akan membawa kesehatan tubuh dan ketika beribadah di Masjid makin khusuk dan ikhlas,” kata dia.

Selanjutnya, A-Area, artinya Taman Masjid merupakan area berolah raga dan bermain bagi anak-anak serta keluarga. Bahkan bagi dirinya pribadi taman menjadi tempat memperoleh berbagai macam ida dan sebagai wahana untuk meningkatkan keimanan.

“Karena selesai salat subuh saya manfaatkan untuk jalan kaki memutari taman minimal 7 kali putaran sambil berzikir seakan akan sedang tawaf di Kabah tanah suci,” ungkapnya.

Berikunya, T – Tempat istimewa yang paling cocok di saat pandemi Covid-19 untuk bersilahturahmi membangun perekat kekeluargaan. Bahkan sebagai tempat melepas kejenuhan, kepenatan, kebosananadan kemangkelan (kejengkelan).

“Dengan ngobrol ringan sambil momong cucu di alam terbuka yang dipenuhi udara segar. Dengan demikian setiap kita ke taman masjid ingatan kita adalah SEHAT dan memberi motivasi diri bahwa hidup semakin bermkna kalau kita bisa memanfaatkan taman secara maksimal,” bebernya.

Disampaikannya, seiring dengan imbauan Bupati agar kita terus melaksanakan gerakan menanam di Bumi Santri agar hidup punya arti.

Berkenaan itu selesai kegiatan kultum diserahka sejumlah bibit buah-buahanan agar bisa ditanam di lingkungan perumaan dan dorprize sajadah batik, Batik Blora ASRI (Arjuna dan Srikandi) dan Masker.

“Akhirnya ada ungkapan, taman Perumnas taman kita, agar bermanfaat mari kita rawat dan jaga bersama,” tutupnya. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.