BREAKING NEWS

  • Edy Wuryanto, Apresiasi Capaian UHC Blora Harus Didukung dengan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
  • Blora Socmed Award 2023, Dinkes Mendapatkan Predikat Juara Terbaik,Dindukcapil Juara Teraktif
  • Bupati Lantik 198 PPPK di Lingkungan Pemkab Blora
  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko
  • Relawan Indonesia Sejahtera Kab.Blora Beri Bantuan ke Korban Kebakaran di Tiga Desa Kec.Tunjungan
  • Di hadapan Kapolri dan Panglima TNI: Kapolda Jateng, seluruh Kapolres serta Dandim menegaskan sikap Netral dalam mengamankan Pemilu 2023-2024.

Saatnya Pekerja Bersatu, Jadi Pelopor Prokes COVID-19

0 306

Haloblora.co – Pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Blora Crisis Center (BCC) Amin Farid Wahyudi mengungkapkan pandemi COVID-19 menjadi duka bagi sebagian pekerja (buruh).

“Banyak pekerja yang ricent akibat pandemi COVID-19 ini. Mereka dirumahkan dan kehilangan pekerjaan,” ucapnya.

Ia menyebut, dalam situasi seperti ini saatnya para pekerja bersatu.

“Saatnya pekerja bersatu, dihargai dan mendapatkan hak-haknya. Yang tidak kalah penting, pekerja harus bisa menjadi pelopor protokol kesehatan COVID-19,” ucap Amin Farid pada peringatan Hari Pekerja (Buruh), Sabtu (1/5/2021).

Dirinya mengapresiasi keterlibatan pemerintah dalam menangani dan memberi perhatian serius kepada nasib pekerja.

“Melalui pelatihan dan bantuan permodalan, saya nilai ini menjadi solusi di masa pandemi, artinya para pekerja tetap bisa berkarya meski sudah ricent,” ucapnya.

Amin Farid berharap, kreativitas para pekerja tidak hanya menjadi aset, tetapi juga mensejahterakan diri dan keluarganya.

“Semoga pandemi COVID-19 ini segera berlalu, kehidupan kembali normal. Tetap patuh protokol kesehatan,” kata dia.

Ia memaknai, yang harus dipahami oleh semua orang adalah kita harus selalu menghargai kinerja para pekerja (buruh).

“Mereka selalu memberikan tenaga dan memajukan usaha di perusahaan,” ujarnya.

Momen Hari Buruh menjadi momen untuk renungan agar selalu menghargai perjuangan dan pekerjaan setiap orang. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.