Penanganan Darurat Longsoran Kawasan Tirtonadi Blora Mulai Dikebut

0 31

Haloblora.co – Pelaksanaan penanganan darurat longsoran Tirtonadi di Kelurahan Mlangsen saat ini mulai dilaksanakan dan dikebut. Pekerjaan sudah dimulai sejak hari Jumat (11/11/2022).

Pekerjaan penanganan ini dilaksanakan secara kolaborasi antara BBWS Pemali Juana Semarang berkolaborasi dengan Dinas PUPR Kab.Blora menindaklanjuti laporan dari masyarakat Kel.Mlangsen pada bulan Mei 2022 yang lalu.

Kepala Dinas PUPR Kab.Blora Ir. Samgautama Karnajaya, MT menuturkan bahwa penanganan darurat longsoran ini memang prioritasi agar tahun ini dapat ditangani.

“Dan akhirnya kami bersyukur, berterimakasih kepada bapak Kepala BBWS Pemali Juana Semarang berkat koordinasi kami yang baik, akhirnya pak Ka Balai beserta jajarannya bersedia membantu kami melakukan penanganan darurat di Longsoran Tirtonadi pada tahun ini juga,” terangnya, di Blora, Sabtu (12/11/2022).

Rencananya penanganan longsoran ini dilakukan dengan kontruksi turap kayu glugu kelapa yang direncanakan sebanyak 4 baris dengan panjang kurang lebih 27 m.

Bentuk kolaborasi yang dilakukan antara BBWS Pemali Juana dengan Dinas PUPR Kab Blora adalah untuk konstruksi utama turapnya dari BBWS sedangkan urugan tanahnya dibantu dari Dinas PUPR Kab.Blora.

“Kami mengajak kepada masyarakat sekitar bisa ikut menjaga keamanan dan kondusifitas selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung,” ajaknya.

Sementara itu Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kab.Blora, Surat, ST, MT menyatakan bahwa memang benar penanganan darurat untuk lokasi longsoran Tirtonadi di Gang Jambu Kel.Mlangsen telah mulai dikerjakan.

“Hari ini Sabtu (12/11/2022) kami lakukan inspeksi ke lapangan bahwa pekerjaan telah dimulai sejak kemarin dan akan berlangsung kurang lebih sampai akhir November ini,” jelasnya.

Dari hasil inspeksi, bersama petugas dilapangan pihaknya juga memberikan masukan agar penanganan nantinya dapat dilakukan secara optimal.

Menurut Surat, pihaknya mengajukan usulan agar konstruksi turap yang akan dipasang bisa ditambah lagi panjangnya dan jumlah barisnya mengingat lokasi longsoran saat ini sudah bertambah panjangnya menjadi kurang lebi sekitar 38 m.

“Doakan saja semoga dari koordinasi kami dengan jajaran BBWS Pemali Juana Semarang harapannya bisa disetujui menjadi konstruksi turap semula sepanjang 27 m menjadi 38 m,” ungkapnya.

Yaitu, dengan jumlah baris semula 4 baris menjadi 5 baris, sehingga harapannya bisa lebih optimal penanganannya.

“Apabila ini nanti belum bisa kami coba koordinasikan dengan Camat Blora agar ada partisipasi dari masyarakat setempat untuk bisa bergerak bersama membantu kekurangan glugu ataupun tanah urug yang diperlukan,” tambahnya.

Diungkapkan, karena ini sifatnya penanganan darurat bencana alam, mengharap masyarakat setempat ataupun siapapun yang tergerak untuk membantu bisa ikut berpartisipasi.

Bisa membantu kekurangan kebutuhan turap glugu dan tanah urug dapat terpenuhi secara bersama-sama, mumpung alat berat ada di lapangan.

Jadi, tambah Surat, bisa dioptimalkan pemanfaatannya agar penanganan darurat yang dilakukan oleh BBWS Pemali Juana dan Dinas PUPR Pemkab Blora bisa lebih optimal lagi.

“Untuk rencana penanganan permanennya kami dari dinas PUPR Kab. Blora juga sudah mengusulkan anggarannya di APBD Kab.Blora tahun 2023,” jelasnya.

Harapannya, semoga usulan ini nanti bisa disetujui oleh Pemkab dan DPRD agar penanganan permanennya dapat dilakukan di tahun 2023 oleh Pemkab Blora.

“Secara khusus kami mengapresiasi dan berterimakasih kepada bapak Kepala BBWS Pemali Juana Semarang beserta jajarannya,” ucapnya.

Yaitu atas gerak cepatnya selama ini untuk ikut serta Sesarengan dalam pelaksanaan tanggap darurat bencana tanah longsor di sepanjang DAS Lusi yang berada di wilayah Kab. Blora dalam melaksanakan penanganan darurat maupun permanen terhadap bencana tanah longsor yang ada di DAS Lusi Kab Blora.

Surat menyebut, kemarin, baru saja menerima bantuan bahan banjiran berupa Bronjong sebanyak 500 bh dari BBWS Pemali Juana Semarang agar bisa digunakan untuk membantu penanganan darurat dan permanen oleh Dinas PUPR Kab. Blora sendiri di sungai ordo 2 dan 3 yang belum tertangani pelaksanaannya oleh BBWS Pemali Juana Semarang.

“Sehingga diharapkan bisa saling melengkapi untuk Sesarengan mewujudkan penanganan bencana tanah longsor yang ad a di sepanjang DAS Lusi Kab.Blora sesuai dengan visi misi bapak Bupati Blora Sesarengan Mbangun Blora, Unggul dan Berdaya Saing,” imbuhnya.

Sekali lagi, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Kepala BBWS Pemali Juana Semarang beserta jajarannya yang telah memberikan kontribusi yang sangat banyak pada tahun ini kepada Kabupaten Blora dalam rangka mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang baik melalui kegiatan konservasi, pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air di Kabupaten Blora.

Perlu diketahui sampai saat ini BBWS Pemali Juana Semarang berkolaborasi bersama dengan Dinas PUPR Kab.Blora telah melaksanakan pekerjaan penanganan darurat maupun permanen di beberapa titik tanah longsor sebanyak kurang lebih 16 titik dengan rincian sebanyak 12 titik ditangani oleh BBWS Pemali Juana dan 6 titik oleh Dinas PUPR Kab.Blora.

Adapun rincian penanganan longsoran yang telah ditangani oleh BBWS Pemali Juana adalah

  1. Longsoran Anak Sungai Lusi Desa Ngrambitan Kec.Japah ada 1 titik.
  2. Longsoran Sungai Kidangan Kel. Jepon ada 3 titik.
  3. Longsoran sungai Kidangan Desa Brumbung ada 1 titik
  4. Longsoran anak sungai Lusi Desa Gersi ada 1 titik.
  5. Longsoran Sungai Lusi Kel. Kedungjenar ada 2 titik.
  6. Longsoran sungai Lusi desa Kemiri Kec. Jepon ada 1 titik.
  7. Longsoran sungai Lusi Dkh. Sasak Desa Buluroto ada 1 titik.
  8. Longsoran sungai Lusi Kel. Kauman ada 1 titik.
  9. Longsoran Tirtonadi anak sungai lusi Tirtonadi Kel. Mlangsen ada 1 titik.

Sedangkan yang sudah ditangani oleh Pemkab Blora melalui Dinas PUPR Kab Blora ada 6 titik, yaitu :

  1. Longsoran sungai Giyanti.
  2. Longsoran sungai Glagahan.
  3. Longsoran anak sungai Lusi Kel. Bangkle ada 2 titik.
  4. Longsoran anak sungai Lusi desa Turirejo Kec. Jepon ada 1 titik.
  5. Longsoran saluran grojogan Kel.Tegalgunung ada 1 titik.

“Untuk Longsoran anak sungai Lusi Kel. Bangkle ada 2 titik yang sudah ditangani,” tegasnya. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.