BREAKING NEWS

  • Lagi,Tujuh Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemkab Blora Dimutasi
  • LUAR BIASA, INI JUARA BLORA SINDEN IDOL 2023
  • Edy Wuryanto, Apresiasi Capaian UHC Blora Harus Didukung dengan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
  • Blora Socmed Award 2023, Dinkes Mendapatkan Predikat Juara Terbaik,Dindukcapil Juara Teraktif
  • Bupati Lantik 198 PPPK di Lingkungan Pemkab Blora
  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko

PEM Akamigas Sabet Medali Emas dari Rusia

0 252

Haloblora.co – Prestasi gemilang diraih mahasiswa Politeknik Energi dan Minerial (PEM) Akamigas, dalam ajang bergengsi The 24th Moscow International Salon of Invention and Innovation Technologies “Archimedes”. Yang dilaksankan di di Moscow, Rusia, (23-26/3/2021).

Beranggotakan Niken Puspitasari, Kartika Eka Sari Dewi, Nurman Assauri, Muhammad Dafa Alfarel, Novita Penina Djamanmona, dan Eklesia Alfrits Constantin Lapian, adalah mahasiswa Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas tingkat 3 PEM Akamigas. Mereka berhasil menyabet medali emas, dengan menyisihkan 600 innovative project dari 18 negara peserta lomba.

Untuk diketahui, ajang tersebut berbentuk presentasi produk dan pameran. Dilaksanakan secara daring, karena masih dalam masa pandemik covid-19. “Jadi, untuk lombanya sendiri dalam bentuk presentasi. Kita hanya mengirimkan video dan nanti tim panitia lombanya yang akan menilai. Pemerintah Rusia juga melarang warga asing untuk masuk ke negaranya,” cerita Kartika Eka Sari Dewi, wewakili tim PEM Akamigas.

Tim-nya mendaftar pada Januari 2021. “Selama kurang lebih 2 bulan, kami malakukan uji coba metoda pengolahan limbah masker berbahan polipropilena dan limbah Styrofoam menjadi produk gasoline,” imbuh Eka, sapaan akrab Kartika.

Dibawah bimbingan dosen PEM Akamigas, Zami Furqon, Tim Prodi Teknik Pengolahan Migas ini mengangkat “ProstyGas (red, Polypropylene-Styrene Gasoline): Conversion Disposable Mask and Styrofoam Waste Becoma Gasoline as an Alternative Fuel” sebagai materi yang dipresentasikan.

“Alhamdulillah kami bisa dapetin gold medal, setidaknya kerja keras kami sampe menginap di lab gak sia-sia. Yang jelas awalnya gak nyangka banget bisa dapat gold medal dengan saingannya yang dari 18 negara….speechless aja gitu,” kata Eka bersemangat.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.