Komunitas Sepeda Ontel Dapur Wojo Serahkan Bantuan Sembako di Desa Nglangitan

0 151

Haloblora.co – Komunitas sepeda ontel Dapur Wojo Blora berbagi paket sembako kepada sejumlah duafa dalam kegiatan Gowes Peduli sambil sosialisasi protokol kesehatan COVID, Minggu (13/6/2021).
Dijan Wahjudi, salah satu anggota komunitas sepeda Dapur Wojo mengungkapkan, kegiatan sosial melalui gowes peduli sudah dilaksanakan dua kali.
“Ini yang kedua kali. Jadi kami iuran, kemudian diwujudkan paket sembako. Sambil olahraga bersepeda, kemudian diserahkan kepada warga,” kata Dijan.
Adapun paket sembako kali ini diserahkan kepada sejumlah janda/lansia di Desa Nglangitan Kecamatan Tunjungan.
“Yakni Mbah Karni, Sani, Sulastri, Sumi, Bu Sih, Bu Tarni dan Mbah Jari. Semoga berkah,” ungkapnya.
Ia menyebut, ketertarikan ikut komunitas sepeda Dapur Wojo karena namanya.
“Dapur itu kan untuk mengolah sesuatu menjadi sesuatu yang baru. Wojo atau baja adalah logam besi paduan sehingga menjadi semangat saya untuk olahraga bersepeda dan peduli sesama,” kata dia.
Diungkapkan, melalui olahraga juga disosialisasikan protokol kesehatan COVID-19 kepada warga.
Dari informasi anggota gowes, komunitas sepeda Dapur Wojo dibentuk pada tahun 2019.
Semula berawal dari beberapa orang yang ingin menghibur diri dengan bermain musik di sebuah warung dengan personel Didik, Agus, Putut, Roni, Wondo, Joko, Sudaryanto, dan Hariyanto.
Kemudian atas ide cerdas dari Bambang SD dan Sudaryanto nama nama personel tersebut di buat sebuah suatu akronim bernama Dapur Wojo.
Nama itu pun mengemuka dan menjadi komunitas sepeda yang memiliki visi, melalui kegiatan bersepeda dapat mewujudkan kesehatan, kerukunan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Disamping itu komunitas ini juga memiliki semboyan, yakni, walaupun kita berbeda namun saling menguatkan.
Menurut Bambang SD dari nama Dapur Wojo adalah Candra Dimuka-nya para anggota gowes untuk membangun kesehatan dan kerukunan.
Mengingat dari jumlah anggota sampai saat ini ada 60 orang bersal dari berbagi latar belakang profesi yang sangat beragam.
Ada para pensiunan ASN, Satpam,tukang becak, wira usaha, pelajar dan para pejabat bahkan ada pejabat eselon dua.
Kemudian dari sisi kepengurusan komunitas sepeda Dapur Wojo diketuai oleh Ngatman/Galih, sosok pimpinan yang humoris dan suka kepyur.
Bendahara Agus dan Om Ibo. Didukung oleh tim penggerak Bambang SD, Daryanto, Wondo, Dedy, Iwan dan tim dokumentasi Subiyanto, Tomo dan Tego Mulyono.
Di masa pandemi COVID -19 komunitas sepeda Dapur Wojo telah melakukan berbagai kegiatan untuk membatu kaum duafa yang sumber dananya berasal dari dana spontanitas secara keikhlasan para anggota.
Diberikan di daerah di wilayah sasaran gowes yang sebelumnya dilakukan survei tim kecil untuk mendapatkan data kaum duafa .
Untuk kegiatan kali ini, berkenan ikut gowes dan menyerahkan sembako, mantan Sekda Blora yang kini menjadi Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, H. Bambang Sulistya.
“Saya sangat bersyukur di tengah situasi pandemi COVID-19 masih bisa menyalurkan hobby bersepeda bersama komunitas sepeda Dapur Wojo,” ucapnya.
Disampaikannya, pada Minggu pagi, 13 Juni 2021 telah diadakan penyerahan paket sembako di desa Nglangitan kecamatan Tunjungan untuk tujuh orang kaum duafa.
Menurut Bambang Sulistya, angka tujuh (pitu) dimaknai sebagai keyakinan orang Jawa untuk menjadi motivasi baik bagi peserta gowes maupun penerima bantuan.
“Semoga mendapat pitulungan (pertolongan) dari Allah berupa kesehatan dan kesejahteraan,” harapnya.
Ia menilai komunitas gowes ini punya keistimewaan.
“Yaitu ingin membangun kerukunan, kekeluargaan dan mengajak para peserta sepeda untuk menikmati keindahan alam di tempat wisata lokal Blora sambil melakukan kegiatan berbagi kepada kaum duafa,” ungkap Bambang
Bambang Sulistya mengaku, karena sebelumnya secara spontanitas ditunjuk sebagai sesepuh untuk memberikan sambutan.
Maka disampaikan, intinya agar melalui kegiatan berolahraga selain untuk kesegaran jasmani, promosi wisata, dan kegiatan berbagi juga sesuai imbauan Bupati Blora H. Arief Rohman untuk melaksanakan penanaman tanaman buah-buahan sebagai upaya menciptakan lingkungan asri dan segar serta dapat memberi kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat karena hasil buah.
“Akhirnya saya meyakini untuk menghadapi wabah virus Corona dapat kita lakukan upaya dengan membudayakan gerakan SMS bukan short message service (menyampaikan layanan singkat),” kata Bambang Sulistya.
Yaitu, S-Sepedaan, artinya melakukan kegiatan olahraga bersepeda secara secara rutin dan terukur.
M-Menanam, artinya saat yang sulit seperti saat lakukan aktivitas menanam apa saja baik sayuran di halaman rumah maupun tanaman buah.
“Sebab selain meciptakan udara segar juga memberi kontribusi kesehatan,” tuturnya.
Berikutnya, S- Sedekah/berbagi/kepyur, artinya saat ini waktu yang sangat tepat untuk berbagi terutama untuk membantu kaum duafa.
“Karena dengan sedekah kita akan sehat dan bahagia.Sepedaan secara rutin dan terukur dapat meningkatkan imunitas diri,” ujarnya.
Hadir pada acara penyerahan sembako, kepala desa Nglangitan Narto. Atas nama warga, Narto menyampaikan ucapan trimakasih.
Pemberian bantuan sembako menjadi inspirasi dan motivasi untuk makin semangat meningkatkan kiprah guna mewujudkan kesejahteraan bagi warganya.
Kades Nglangitan juga siap melakukan gerakan pelaksanaan penaman di tempat wilayahnya yang akan jadi destinasi wisata lokal. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.