KOMISI IX DPR RI DAN BKKBN BERSINERGI KAMPANYE TURUNKAN ANGKA STUNTING DI SONOREJO BLORA

0 20

Haloblora.co – Anggota DPR RI Komisi IX Edy Wuryanto bersama BKKBN menggelar Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait Program Percepatan Penurunan Stunting.

Acara sosialisasi di gelar di Kelurahan Sonorejo Kecamatan Blora Kabupaten Blora ini, Senin (14/11/2022) di hadiri Forkopincam,Lurah sonorejo,dan pengurus Partai PDI Perjuangan Blora.

Ketua Pokja Adpin Perwakilan BKKBN Jawa Tengah mengatakan,”
“Kita harus bersinergi bersama seluruh elemen-elemen masyarakat, agar program ini bisa berhasil. Untuk mencapainya, tentunya massif mengadakan kegiatan sosialisasi seperti ini. Mengedukasi dan memberi pehaman kepada masyarakat akan bahaya stunting,” jelasnya.
Dikesempatan itu, Nasri Yatiningsing,SE,MM Adpin BKBN juga menyampaikan terima kasih pada anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto,yang telah banyak berperan dan memberi dukungan dalam menurunkan angka stunting di Kab.Blora.

“Tentunya kami berharap, anggota Komisi IX DPR RI dengan BKKBN kedepan terus bersinergi mendukung perogram kita sehingga banyak masyarakat mendapat manfaat dalam kegiatan ini dan percepatan penurunan stunting bisa kita capai,” harapnya

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto dalam sambutannya menyebut KIE Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Kabupaten Blora adalah persembahan BKKBN Jawa Tengah yang merupakan mitra kerja Komisi IX DPR RI.

“Kita lakukan sosialisasi ini karena ada beberapa faktor yang harus diketahui masyarakat untuk mencegah terjadinya stunting. Terutama memberi edukasi bagi ibu-ibu dan kepada adik-adik yang memasuki rumah tangga,” cetusnya.

Untuk mencegah stunting diapun mengajak masyarakat menerapkan gerakan “Hindari 4 Terlalu” sebagai solusi pencegahan stunting.

“Karena selain gizi yang buruk, faktor lainnya yang menjadi penyebab stunting ialah faktor usia dan jarak kelahiran. Karena itu hindari 4 T ini mesti diterapkan,” ajak legislator PDI Perjuangan ini.

Adapun “Hindari 4 Terlalu” yang dimaksud;

  1. Terlalu Muda,

Hamil pada usia yang terlalu muda akan sangat berisiko pada perempuan, karena secara fisik kondisi rahim dan panggul belum berkembang secara optimal. Ukuran tulang panggul calon ibu baru sempurna setelah usia 21 tahun.

Pada usia yang masih sangat muda, para remaja masih membutuhkan gizi maksimal hingga usia 21 tahun. Nah, karena usia yang terlalu muda tersebut, maka tubuh ibu hamil akan “berebut” gizi dengan bayi yang dikandungnya.

  1. Terlalu tua

Usia hamil pertama perempuan yang terlalu tua, atau berkisar kurang lebih usia 35 tahun ke atas, ternyata bisa menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi yang tidak normal. Hal ini bisa terjadi karena pembelahan sel telur yang abnormal, disebut nondisjunction.

Kondisi seperti ini dapat mengakibatkan anak membawa cacat lahir atau kondisi akibat kelainan kromosom seperti sindrom Down. Selain itu, hamil pada usia yang terlalu tua juga meningkatkan risiko kematian baik pada ibu maupun bayinya.

  1. Terlalu Dekat

Jarak antara kehamilan pertama dengan berikutnya yang terlalu dekat atau kurang dari 2 tahun akan biresiko menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak. Selain menyebabkan penghambatan proses persalinan, ini bisa terjadi karena gangguan kekuatan kontraksi, kelainan letak janin, dan posisi janin,

  1. Terlalu Banyak

Kondisi ibu pernah hamil dan melahirkan anak terlalu banyak juga akan berisiko mengakibatkan stunting, terlebih pada proses persalinan, yaitu risiko pendarahan pascapersalinan.

Kondisi dengan anak yang terlalu banyak tentu saja akan mengurangi tumbuh kembang anak secara optimal, sehat, dan cerdas, karena pola asuh anak yang tidak maksimal.

Sekadar diketahui, pada sosialisasi ini turut dihadiri tokoh masyarakat Kecamatan Blora,Lurah sonorejo, BKKBN Jawa Tengah dan masyarakat Kelurahan Sonorejo,Blora.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.