KOMISI IX DPR RI BERSAMA BPOM GELAR SOSIALISASI PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT MENGENAI KEAMANAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL,SUPLEMEN KESEHATAN DAN KOSMETIK DI MASA PANDEMI

0 127

Haloblora.co – Anggota Komisi IX DPR RI bersama BPOM jemput bola melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, tentang pentingnya keamanan pangan melalui program sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi dan edukasi.

Disampaikan saat Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP Dr.H.Edy Wuryanto,SKp,MKes,melakukan sosialisasi keamanan pangan di Desa Kalangrejo Kec.Kunduran Kab.Blora Sabtu (13/11/2021).

“Perihal keamanan pangan ini penting, mengingat semua orang butuh pangan. Dan kalau boleh dikatakan, pangan yang sehat dan aman ini menjadi kunci ketahanan nasional kita. Nah oleh karena itu, kita harus pastikan masyarakat memiliki pengetahuan tentang pangan, apa saja yang menjadi cemaran, apa saja yang membuat pangan menjadi tidak aman,” Edy Wuryanto.

Menurut Edy Wuryanto, pihaknya harus memastikan agar masyarakat memiliki kemampuan untuk bisa melakukan edukasi ke masyarakat lainnya.

“Ini penting Selain untuk dirinya, juga mengedukasi masyarakat lain karena saya yakin tidak mungkin Badan POM, kemudian saya sebagai anggota melakukan hal ini sendirian. Jadi kita perlu melakukan edukasi kepada masyarakat,” paparnya

“Mudah-mudahan dengan cara seperti ini secara signifikan akan mendongkrak indeks daya saing Indonesia di antara negara-negara lain.

“Jadi karena keamanan pangan ini kan terkait dengan proses yang dilakukan di hulu sampai di hilir. Mulai dari pembudidayaan dari produksi sampai pengelolahan dan penyajian,”imbuhnya

“memang masyarakat diharapkan akan memiliki pengetahuan yang lengkap mulai dari proses pemilihannya, kemudian juga produksi atau pengelolahannya sampai penyajianannya. Dengan itu, diharapkan masyarakat bisa betul-betul cermat dalam memilah dan memilih pangan yang mereka beli atau konsumsi

Lebih lanjut kata Edy, karena bagaimanapun ketika berbicara tentang pangan, ada pangan olahan, ada pangan segar, dan ada pangan siap saji. Tiga hal ini, kata dia, diharapkan masyarakat bisa membedakan dalam memilih pangan segar dan yang harus jadi ukurannya.

“ Kemudian dari pangan olahan tadi sudah dijelaskan ada satu logo yang mudah untuk diingat. Ceklik, untuk mengecek kemasan kemudian lebel, izin edar dan batas kedaluwarsa. Untuk pangan siap saji apakah ada cemarannya, cemarannya biologis, cemaran kimia ini yang menurut saya harus sampai dan dipastikan masyarakat harus mengetahui,” paparnya.

Edy wuryanto juga menyinggung soal Kosmetik,”Persoalan kosmestik menjadi perhatian kita dan obat tradisional ,ibu-ibu banyak yang tertarik dan banyak menggunakan kosmetik yang ilegal itu sangat membahayakan kesehatan,maka BPOM sangat gencar kita datangkan ke Blora,kita ingin BPOM mendampingi para UMKM agar dapat pengawasan,bimbingan,untuk ekonomi kerakyatan ini.Dan pengembangan kelor di Blora,karena potensinya besar,terutama negara-negara lain pada pademi Covid ini membutuhkan bahan-bahan herbal yang sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh,sementara di luar negeri sumber daya alamnya tidak memungkinkan,menurut saya ini peluang yang sangat bagus.Maka BPOM punya peran penting dalam perizinan,untuk obat-obat herbal,tradisional yang di pruduksi masyarakat.
Lebih lanjut menyampaikan dalam hal memerangi kosmetik ilegal saya kira harus diawasi betul oleh Badan POM,teruma aspek ijinnya,cara pembuatan obat kosmetik agar aman bagi masyarakat,kalau ada laporan-laporan harus segera ditindak lanjuti,saya kira kesadaran untuk cantik itu tinggi dan harus si jaga adalah kesimbanganya ,ke amanan produknya,

Sementara Direktur resgistrasi obat tradisional suplemen kesehatan dan kosmestik Badan POM pusat , Dra.Dwiana Andayani,Apt, menyampaikan ,”BPOM Pusat mendukung Upaya Pemerintah dalam menangani Covid-19
Lebih lanjut ia menyampaikan tentang pentingnya Pengawasan Keamanan, obat tradisional dan kosmetik, Mutu,Gizi,Label,dan iklan Pangan serta Produk halal.

Hal lain yang menjadi penyampaian adalah 3 pilar sistem pengawasan Badan POM,serta peran badan POM juga pengawasan pangan olahan,izin edar pangan serta pangan olahan yang wajib daftar di BPOM dan pangan olahan yang tidak wajib memiliki izin edar BPOM dan izin produksi SPP-IRT.

Lebih lanjut Dra.Dwiana Andayani,Apt, menyampaikan tentang keuntungan memiliki nomor izin edar BPOM RI MD/BPOM RI ML
Disampaikan juga tentang cara memperoleh izin edar di BPOM,”pungkasnya.

Sementara Camat Kunduran, Agus Listiyono,S.Sos,M.Si kepada wartawan menyampaikan,” Harapan kami masyarakat di kecamatan Kunduran,kita jadi mengerti tentang seluk beluk obat dan kosmetik,sehingga suatu saat kalau mereka menggunakan obat dan kosmetik mana yang ilegal dan mana yang legal,dan mana yang membahayakan untuk masyarakat.Untuk masyakat menyambut baik dan senang,sehinga masyarakat lebih tahu tentang pruduk atau kosmetik yang aman digunakan untuk masyarakat. Harapan kami kedepan masyarakat lebih pintar menggunakan obat-obat dan kosmetik yang aman bagi mereka,”pungkasnya.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.