BREAKING NEWS

  • Edy Wuryanto, Apresiasi Capaian UHC Blora Harus Didukung dengan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
  • Blora Socmed Award 2023, Dinkes Mendapatkan Predikat Juara Terbaik,Dindukcapil Juara Teraktif
  • Bupati Lantik 198 PPPK di Lingkungan Pemkab Blora
  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko
  • Relawan Indonesia Sejahtera Kab.Blora Beri Bantuan ke Korban Kebakaran di Tiga Desa Kec.Tunjungan
  • Di hadapan Kapolri dan Panglima TNI: Kapolda Jateng, seluruh Kapolres serta Dandim menegaskan sikap Netral dalam mengamankan Pemilu 2023-2024.

KOMISI IX DPR RI BERSAMA BKKBN EDUKASI PROGRAM BANGGA KENCANA DI DESA TANJUNG KEDUNGTUBAN

0 107

Haloblora.co – Anggota Komisi IX DPR RI Dr.H.Edy Wuryanto,SKP,M.Kep blusukan dukung program pencegahan Stunting mulai dini ibu hamil dan balita hari ini Sabtu (20/11/2021) diwilayah desa Tanjung kecamatan Kedungtuban, kabupaten Blora. Bersama BKKBN propinsi hadir dalam kegiatan tersebut forkompincam dan para kader desa.

Jawa tengah Stunting tertinggi di Indonesia dengan tingkat Stunting 27,74% ini menjadi perhatian Edy Wuryanto anggota DPR RI dapil 3 fraksi PDI Perjuangan terus bergerak melakukan upaya penekan jumlah Stunting yang khususnya di kabupaten Blora
Usia dibawah 21 lebih baik jangan menikah dulu, sekolah tambah ilmu pengetahuan atau kerja terlebih dahulu setelah mapan baru menikah, ” tegasnya dalam kegiatan sosialisasi Penguatan pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra,”.
Sementara itu Agus Pujianto Ketua koordinator KPSK BKKBN provinsi diwawancarai langsung awak media menyampaikan, ” Sekarang mendapatkan tugas penting dalam percepatan menurunkan tingkat stunting di Jawa Tengah dengan jumlah 27,68%, artinya Jawa tengah terpaut sedikit dengan pusat, ” ungkapnya

Lebih lanjut Agus Pujianto, sebagai institusi yang langsung menangani Stunting ini mempunyai strategi untuk menangani percepatan penurunan stunting dengan program Tim Pendamping Keluarga (TPK) terdiri dari Bidan, Kader PKK, Kader BKKBN yang mempunyai tugas Mendampingi,mengawal, mengawasi warga yang beresiko stunting, seperti warga yang nikah didata masuk dalam elektronik siap nikah, ” terangnya.

Perlu diketahui untuk meningkatkan gizi tidak perlu biaya mahal dengan memanfaatkan tanaman buah buahan lokal, telur, ataupun karbohidrat dari ketela atau jagung yang mudah didapat disekitar lingkungan.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.