BREAKING NEWS

  • Lagi,Tujuh Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemkab Blora Dimutasi
  • LUAR BIASA, INI JUARA BLORA SINDEN IDOL 2023
  • Edy Wuryanto, Apresiasi Capaian UHC Blora Harus Didukung dengan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
  • Blora Socmed Award 2023, Dinkes Mendapatkan Predikat Juara Terbaik,Dindukcapil Juara Teraktif
  • Bupati Lantik 198 PPPK di Lingkungan Pemkab Blora
  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko

Kedapatan Bawa 3 Batang Kayu Negara Tanpa Dokumen Yang Sah, Seorang Pria Asal Blora Ditangkap Petugas

0 321

Haloblora. co – Polda Jateng – Satuan Reserse Kriminal, (Satreskrim) Polres Blora Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan seorang pria berinisial, S (43) warga Kecamatan Jepon yang diduga mengangkut kayu jati milik negara yang tidak di lengkapi surat keterangan sahnya hasil hutan dari Petak 32B RPH payaman BKPH Blungun KPH Cepu, pada hari Kamis 5 Oktober 2023 lalu.

Pada saat melakukan pencurian, pelaku ketahuan oleh petugas Perhutani yang sedang berpatroli jalan kaki yang mendengar suara motor, Petugas Perhutani langsung menuju ke sumber suara tersebut mendapati 3 orang sedang mengangkut kayu jati.

“Petugas dari Perhutani mencoba mengamankan para pelaku namun hanya berhasil mengamankan 1 orang yaitu S beserta barang bukti sepeda motor dan 3 balok kayu, namun 2 orang berhasil melarikan diri.” ucap Kasat Reskrim.

Akibat kejadian tersebut Negara mengalami kerugian mencapai Rp. 6.000.930,- (Enam Juta Sembilan ratus tiga puluh rupiah.

“Blora ini hampir 70 wilayahnya Hutan, jadi tidak menutup kemungkinan masyarakat akan berfikir secara sepintas untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan yaitu salah satunya adalah melakukan pencurian kayu yang ada di wilayah Blora.” imbuh AKP Selamet.

Pelaku terancam Pasal 12 huruf e Juncto pasal 83 ayat 1 huruf b UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapoan Peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang CIpta Kerja menjadi UU perubahan atas UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentnag Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling banyak Rp. 2.500.000.000,- (Dua miliyar lima ratus juta rupiah).(RED-HB).

Leave A Reply

Your email address will not be published.