BREAKING NEWS

  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko
  • Relawan Indonesia Sejahtera Kab.Blora Beri Bantuan ke Korban Kebakaran di Tiga Desa Kec.Tunjungan
  • Di hadapan Kapolri dan Panglima TNI: Kapolda Jateng, seluruh Kapolres serta Dandim menegaskan sikap Netral dalam mengamankan Pemilu 2023-2024.
  • Pesawat Ketiga Berisikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Palestina Diberangkatkan
  • Bersama Menanti RSUD di Randublatung ,Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Janji Kawal DAK untuk Daerah
  • Edy Wuryanto Dorong Active Case Finding pada Kasus Monkeypox

Inilah Tradisi Ayak Abu dan Penyucian Kim Sin di Klenteng Hok Tik Bio Blora Menjelang Imlek 2573

0 228

Haloblora.co – Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Tik Bio Blora menyelenggarakan tradisi mengayak abu dan penyucian Kim Sin (Patung Dewa). Ritual tahunan itu dilaksanakan menjelang tahun baru Imlek 2573 yang jatuh pada Selasa, 1 Februari 2022.
Tradisi itu dilaksanakan secara gotong royong dalam nuansa hari persaudaraan di lingkungan Klenteng setempat dengan menerapkan protokol kesehatan, Sabtu (29/1/2022).
Abu sisa dupa ini terkumpul setiap tahun atau lebih kurang 142 tahun lalu. Sisa dupa ini tidak dibuang dan dibersihkan setiap memasuki tahun baru Imlek. Abu yang berada dalam Yulho diambil dan diayak dengan saringan untuk memisahkan dengan kotoran lain. Biasanya abu tersebut tercampur dengan sisa batang dupa.
“Tidak pernah dibuang abu ini, setiap tahun dibersihkan dan dimasukkan kembali ke Yulho untuk keperluan sembahyang umat,” kata Ketua TITD Klenteng Hok Tik Bio Blora, Budilistijo Suboko, Sabtu (29/1/2022).

Selain itu juga dilaksanakan penyucian Kim Sin (Patung Dewa) yang ada di Klenteng Hok Tik Bio Blora. WNI keturunan Tionghoa penganut agama Konghucu mempercayai, seminggu sebelum tahun baru Imlek, Dewa Dewi dan Para Suci menghadap ke penguasa langit (Tuhan) dan turun lagi ke dunia pada hari keempat.
Budilistijo Suboko menyebutkan, memandikan rupang (patung) dilakukan setelah roh dewa-dewi diyakini pergi ke langit untuk melaporkan amal perbuatan manusia di bumi selama satu tahun.
Rupang atau patung kemudian dimandikan dengan maksud menyiapkan kembali tempat yang bersih untuk para roh dewa-dewi ketika kembali turun ke bumi.
Perlahan, patung-patung itu kemudian dibasuh dengan air yang sudah dicampur dengan bunga-bungaan.

Ia menjelaskan, makna dari ritual penyucian Kim Sin ini adalah membersihkan kembali jiwa dan raga.
“Ini untuk penyucian diri menjelang Tahun Baru Imlek agar saat memasuki tahun baru, jiwa dan raga suci dari berbagai kesalahan dan penyakit hati,” ucapnya.
“Para Suci naik ke langit seminggu sebelum tahun baru dan turun lagi ke dunia pada hari ke empat, bulan pertama Imlek,” ujar Budilistijo Suboko, Ketua TITD Klenteng Hok Tik Bio.
Diinformasikan sebelumnya, Yayasan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Tik Bio Blora tidak akan menggelar pesta perayaan (keramaian) tahun baru Imlek 2573 yang jatuh pada Selasa, 1 Februari 2022.

Sekretaris Yayasan TITD Klenteng Hok Tik Bio Blora Bambang Suharto mewakili Ketua Yayasan TITD, Budilistijo Suboko, menjelaskan saat ini situasi Covid-19 di Blora masih belum aman, apalagi muncul varian baru penyebab Covid-19 (Omicron) di Indonesia, sehingga membutuhkan kewaspadaan bersama dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan di Klenteng yang berpotensi menyebabkan berkumpulnya umat/warga ditiadakan. Praktis tidak ada keramaian,” ucapnya.
Dengan demikian, tambahnya, rangkaian acara Imlek 2573 Tahun 2022 di Klenteng Hok Tik Bio Blora tidak ada pesta perayaan atau keramaian.

“Kami hanya lakukan sembahyang sebagai ungkapan syukur, mohon berkah keselamatan, kemakmuran bagi bangsa dan negara serta seluruh umat manusia dan agar wabah Covid-19 segera teratasi,” kata Bambang Suharto.

Berikut rangkaian acara di Klenteng Hok Tik Bio Blora terkait Imlek 2573.

Tanggal 25 Januari 2022 jam 18.00 WIB, sembahyang Sang Sin, Kongco (Coo Kun) naik.

Tanggal 27 Januari 2022, bersih-bersih gam Kongco dan Makco.

Tanggal 29 Januari 2022, mulai jam 08.00 WIB, ayak abu dan cuci Kiem Sin.

Tanggal 31 Januari 2022 jam 19.00 WIB,
sembahyang Gwan Tan, menyambut Tahun Baru Imlek 2573.

Tanggal 4 Februari 2022 jam 10.00 WIB, sembahyang Kongco (Coo Kun) turun

Tanggal 8 Februari 2022 jam 19.00 WIB, sembahyang Khing Di Kong (kepada Tuhan YME).

Tanggal 15 Feb 2022 jam 19.00 WIB, sembahyang Siang Gwan (Cap Go Meh).

Pada acara itu, menurut Bambang Suharto, semua harus disiplin protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan.

Untuk diketahui, sebelum ada pandemi Covid-19 setiap tahun baru Imlek di Klenteng Hok Tik Bio Blora, digelar berbagai acara ritual, bakti sosial dan pertunjukan seni barong sai serta liang liong.

Sementara itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 3 dan 4 Tahun 2021 disebutkan, hari libur nasional Imlek 2022 jatuh pada tanggal 1 Februari 2022.

Pada tahun 2022 ini, shio yang menjadi andalan adalah Macan Air.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.