BREAKING NEWS

  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko
  • Relawan Indonesia Sejahtera Kab.Blora Beri Bantuan ke Korban Kebakaran di Tiga Desa Kec.Tunjungan
  • Di hadapan Kapolri dan Panglima TNI: Kapolda Jateng, seluruh Kapolres serta Dandim menegaskan sikap Netral dalam mengamankan Pemilu 2023-2024.
  • Pesawat Ketiga Berisikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Palestina Diberangkatkan
  • Bersama Menanti RSUD di Randublatung ,Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Janji Kawal DAK untuk Daerah
  • Edy Wuryanto Dorong Active Case Finding pada Kasus Monkeypox

Inilah Kampung Pancasila DiBlora Yang Diresmikan Kasdam IV/Diponegoro

0 78

Haloblora.co – Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) IV Diponegoro Brigjen TNI Parwito didampingi Sestama BPIP RI DR. Drs. Karjono, S.H., M.Hum., Danrem 073/MKT Kolonel Arm Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., .M.M., dan Forkopimda Blora meresmikan Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora menjadi Kampung Pancasila Jawa Tengah, Sabtu (26/3/2022).

Mewakili Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, Kasdam memberikan apresiasi kepada seluruh warga Desa Pengkoljagong atas partisipasi dan kesadaran tentang pentingnya makna dari pembentukan Kampung Pancasila tersebut.

“Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat diterapkan di desa-desa lain, khususnya di wilayah Jateng dan D.I.Y. guna menjaga dan memelihara Pancasila sebagai ideologi negara,” kata Kasdam IV/Diponegoro.

Dikatakannya, ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran serta mendukung kehidupan masyarakat yang rukun, santun dan berbudaya sesuai nilai nilai luhur Pancasila.

Sebab Pancasila merupakan dasar negara yang merupakan pengendali dari sistem pemerintahan Indonesia, penyelenggaraan negara hingga pegangan dalam hidup berbangsa dan bernegara.

“Gagasan membentuk Kampung Pancasila agar masyarakat mampu mengamalkan nilai nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

“Khususnya bagi kaum milenial atau generasi muda dengan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti radio, tv dan media sosial serta aplikasi E-Kampung Pancasila,” imbuhnya.

Kasdam menambahkan pencanangan Kampung Pancasila bertujuan untuk mengantisipasi dan memutus penyebaran paham radikalisme yang disinyalir banyak tersebar di wilayah Jawa Tengah dan D.I.Y.

“Karena masyarakat Jateng memiliki berbagai latar belakang suku, agama, dan ras. Keberagaman ini jika tidak dikelola dengan baik, sangat berpotensi menimbulkan konflik yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal,” ungkapnya.

Bupati Blora H. Arief Rohman, mengatakan pencanangan kampung Pancasila adalah upaya menjaga Pancasila dan NKRI.

“Kita ada 16 Kecamatan akan kita canangkan semua, ini bentuk komitmen kita bersama masyarakat, TNI dan Polri untuk selalu bersinergi,” ucapnya.

Dijelaskannya, pada prinsipnya pihaknya mendukung upaya bersama dari KASAD dan BPIP, dan akan mendukung terus dalam mengawal tegaknya Pancasila.

“Upaya ini terus kita dengungkan,dalam menjaga Pancasila dan NKRI,” tuturnya.

Sestama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi pencanangan kampung Pancasila oleh Kodam IV Diponegoro di Kabupaten Blora, Karena, hal tersebut sebagai upaya untuk menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Luar biasa, kami apresiasi pencanangan kampung Pancasila. Saya melihat kampung Pancasila di Blora ini ada nuansa yang luar biasa di mana desa menjunjung kearifan lokal dan budayanya,” kata Sekretaris Utama BPIP Karjono.

Sementara itu, Dandim 0721/Blora, Letkol Inf Andy Soelistyo KP, S.Sos., M.Tr (Han) mengintruksikan kepada jajarannya, untuk terus memonitoring kegiatan sosial dan terus menekankan pentingnya Pancasila di tengah masyarakat. “Dalam hal ini, Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kita, harus dapat terus memberikan pengetahuan arti pentingnya menerapkan Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, segala bentuk radikalisme, intoleransi, serta upaya pemecah persatuan dapat kita singkirkan,” tegas Dandim.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.