BREAKING NEWS

  • Penutupan KKN, Korcam Banjarejo KKN IKMB IAIN Kudus Mengadakan Banjarejo Bersholawat 2023
  • Gelorakan Semangat UMKM, Mahasiswa KKN-IKMB IAIN Kudus 122 Mengadakan Pelatihan Lilin Aromaterapi Di Desa Kedungrejo
  • Demi mencegah angka stunting di Kunduran, Mahasiswa KKN IAIN Kudus 055 mengadakan workshop seputar pernikahan dini
  • Memperingati Maulid di SDN 3 Kunduran Bersama Mahasiswa KKN-IKMB IAIN Kudus
  • Ingin Mewujudkan Ekosistem Kesehatan yang Sehat, Edy Wuryanto Sentil Kepesertaan BPJS hingga Akreditasi FKTP
  • Ribuan Petani Lidah Tani Gelar Orasi Di Pemkab Blora
  • SiapGan di Bawah Pimpinan Farid Ardika Dasum, Komit Dorong Visi Futuristik Yang Komperhensif Bagi Kabupaten Blora
  • Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Digital Marketing, Mahasiswa KKN IAIN Kudus kenalkan Media Sosial untuk Berbisnis
  • TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0721/Blora Resmi Dibuka Wakil Bupati di Desa Sambonganyar
  • Mahasiswa KKN IAIN Kudus Programkan Peningkatan Belajar Ilmu Al-Qur’an Melalui Pengabadian Mengajar Madin

Harga Telur Anjlok, Rumah Zakat Borong Ratusan Butir Telur Dari Peternak

0 456

Haloblora.co – Murahnya harga jual telur, membuat para peternak yang berada di Kabupaten Blora meradang. Terlebih mereka mengaku, harga jual telur kini, tidak sebanding dengan biaya perawatan yang mereka keluarkan.

Anjlokny hingga menyentuh Rp 18 ribu per kilogram. Padahal, harga keekonomian telur sekitar Rp 22 ribu per kilogram. Tak ayal, para peternak ayam petelur pun kelimpungan.

“Harga yang bagus itu di atas Rp 22.000. Kalau harganya di bawah itu lalu melihat kondisi sekarang pakannya mahal dan biaya operasional naik, kamipun kelimpungan” Ujar Karno (53) peternak ayam petelur.

Menyikapi melorotnya harga jual komoditas pangan yang kaya protein tersebut, Rumah Zakat ambil bagian untuk memborong telur langsung dari peternak untuk selanjutnya dibagikan secara gratis kepada warga.

Sabtu(18/09/2021), Siti Karyani Fasililator Desa Berdaya Rumah Zakat yang berada di Desa Sempu Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora membawa ratusan butir telur ayam dari peternak itu, untuk dibagikan ke warga. Dia berkeliling dari rumah ke rumah dengan mambagikan sekantong telur.

“Alhamdulillah Senyum para warga terdampak PPKM itu pun mengembang. Mereka berucap syukur ditengah pendemi Covid-19 mandapatkan sekantong telur dari Rumah Zakat” katanya.

Menurutnya , harga telur anjlok terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Bisa jadi lantaran dampak PPKM yang terus diperpanjang setiap pekannya. Selama kebijakan tersebut aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas. Imbasnya, hukum ekonomi supply and demand berlaku. Artinya, karena permintaan sepi, stok barang tinggi, maka harga menjadi turun. ‘’Daya beli masyarakat juga menurun,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, aksi borong berbagi tersebut selain untuk membantu para peternak ayam petelur. Dan kepada mereka tentu juga terdampak PPKM. Selain itu, sekaligus sebagai edukasi dan kampanye kepada masyarakat untuk gemar mengkonsumsi telur ayam. Terlebih, masa pandemi yang entah kapan akan berakhir. Sebab, telur kaya akan protein sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh. pungkasnya.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.