Gedung Resto Akan Dipinjamkan Untuk Perawatan Pasien COVID-19 di Blora

0 39

Haloblora.co – Seorang warga Blora, Singgih Hartono, menawarkan gedung resto yang dimiliki untuk dipinjamkan sebagai ruang isolasi dan perwatan penderita COVID-19 di Kabupaten Blora.

Ide itu disampaikan Singgih Hartono kepada Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia Bambang Sulistya, Senin (21/6/2021).

“Saya mendapatkan telepon dari seorang sahabat yang sangat baik seperti saudara sendiri. Beliau mengabarkan kepada saya tentang idenya yang sangat melangit dan mulia atas realita yang saat ini terjadi di Bumi Mustika akibat dampak Virus Corona. Sahabat saya akan menawarkan gedung Resto miliknya yang ada di Dukuh Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan untuk tempat perawatan pasien COVID-19,” ucap Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora.

Pihaknya pun mengapresiasi bahwa di tengah-tengah musibah pandemi COVID-19 muncul berbagai berita yang sangat beragam, ada yang bernada negatif yang membuat masyarakat semakin kalut dan takut, namun ada yang memberikan informasi bersifat positif, bernada motivatif dan dukungan untuk memberi solusi terhadap persoalan yang saat ini sedang terjadi.

“Menurut Pak Singgih, Resto itu sudah ditutup sejak ada wabah virus Corona. Jika digunakan untuk perawatan pasien COVID-19, diperkirakan Resto mampu menampung sekitar 70 orang, dengan fasilitas cukup memadai. Air melimpah, ada musala, dapur bahkan ada kolam ikan dan berbagai burung dan binatang yang mampu memberi hiburan,” ungkapnya.

.Apalagi udara masih segar jauh dari polusi udara dan kebisingan karena banyak pepohonan dan jauh dari jalan raya.

Menurut penuturan Singgih Hartono yang disampaikan kepada Bambang Sulistya ide cerdas itu muncul dilatarbelakangi beberpa hal.
Yaitu, sudah dua kali yang bersangkutan mengalami positif COVID-19, yaitu akhir Juni 2020 dan bulan Mei 2021.

Kemudian, beberapa waktu yang lalu ada aduan dari sejumlah masyarakat yang keluarganya sakit namun belum bisa tertampung di Rumah Sakit walaupun akhirnya setelah dikomunikasikan dengan pihak terkait bisa tertampung di Rumah Sakit.

Berikutnya sebagai perwujudan prinsip hidup dan bentuk rasa syukur atas anugrahNya saat kembali sehat walafiat.

“Prinsip hidupnya adalah, hidup harus bermanfat dan siap menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan tanpa mahar dan tidak melihat latar belakang ras,agama,politik dan status sosial orang orang dibantu,” ucapnya.

Ketua PWIR Blora menilai, sosok Singgih Hartono adalah manusia tergolong langka di Kabupaten Blora yang super sibuk walaupun sudah termasuk Keren (Kelompok Rentan),karena umurnya sudah 69 tahun, namun semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara tidak pernah pudar.

“Beliau pernah menjadi Anggota DPRD Blora masa bakti 2004-2009 saat itu mendapat predikat peraih suara pemilih tertinggi dan terkenal legistator yang cerdas dan ktitis. Pernah menjadi Ketua Asosiasi Kontraktor Pengadaan Pangan, jadi anggota Kadin dan Saat ini jadi ketua LSM AMPERA serta sebagai anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Blora,” tuturnya.

Diungkapkannya, Singgih Hartono punya hoby yang sangat agak aneh, yaitu mengantar dan menemani orang sakit ke luar negeri (Malaysia), konon sudah 30 orang yang diantarkan.

“Disamping itu juga senang mencarikan dana untuk membiayahi anak sekolah berprestasi dari keluarga yang tidak mampu.Bahkan sudah ada dua anak yang dibiayai, lulus dari S2,” terangnya.

Sebagai sahabat baik, Bambang Sulistya menyarankan agar segera menyampaikan kepada Bupati atau Sekda Blora.

“Saya sebagai sahabat, karena niat beliau adalah niat yang tulus tanpa ada tedensi untuk kepentingan pribadi, gololonan atau politik selain hanya untuk kepentingan kemanusian, maka saya menyarankan agar segera menyampaikan kepada Bupati atau Sekda Blora,” kata Bambang Sulistya.

Pertimbangannya, disaat sulit seperti sekarang ini sudah jarang orang mau berbuat kebaikan untuk meringankan penderitaan orang lain apalagi mau mengorbankan harta.

Akhirnya Singgih menuliskan SMS kepada Bupati, “Selamat pagi pak Bupati mohon ijin dengan pertimbangan perkembangan COCID-19 di kabupaten Blora terlihat semakin meningkat ,bersama ini saya menawarkan diri kepada Bapak saya akan memijamkan gedung saya yang ada di Greneng (Greneng go Green) untuk bisa digunakan kamar perawatan pasien yang terpapar COVID-19 untuk warga dari kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Blora. Bisa digunakan menampung kurang lebih 70 kamar. Fasilitas yang ada listrik, air,musala, dan dapur. Semoga dapat bermanfaat untuk menyelamatkan korban COVID-19. Salam Hormat,”

“Sebagai warga masyarakat saya ikut mendukung semangat karya positif, jangan sampai pudar dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada Pak Singgih, semoga niat baik membuahkan manfaat bagi masyarakat. Informasi dari Pak Singgih ada jawaban dari pak Bupati, matur nuwun Pak segera akan saya koordinasikan pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan monitoring data COVID-19 Kabupaten Blora pada Senin (21/6/2021), jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 8.436 orang, sedangkan 7.376 dinyatakan sembu. Positif COVID-19 di rawat di Rumah Sakit 70 orang sedangkan isolasi mandiri 544 dan meninggal dunia 444 orang. (*).

Gedung Resto Akan Dipinjamkan Untuk Perawatan Pasien COVID-19 di Blora

Seorang warga Blora, Singgih Hartono, menawarkan gedung resto yang dimiliki untuk dipinjamkan sebagai ruang isolasi dan perwatan penderita COVID-19 di Kabupaten Blora.

Ide itu disampaikan Singgih Hartono kepada Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia Bambang Sulistya, Senin (21/6/2021).

“Saya mendapatkan telepon dari seorang sahabat yang sangat baik seperti saudara sendiri. Beliau mengabarkan kepada saya tentang idenya yang sangat melangit dan mulia atas realita yang saat ini terjadi di Bumi Mustika akibat dampak Virus Corona. Sahabat saya akan menawarkan gedung Resto miliknya yang ada di Dukuh Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan untuk tempat perawatan pasien COVID-19,” ucap Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora.

Pihaknya pun mengapresiasi bahwa di tengah-tengah musibah pandemi COVID-19 muncul berbagai berita yang sangat beragam, ada yang bernada negatif yang membuat masyarakat semakin kalut dan takut, namun ada yang memberikan informasi bersifat positif, bernada motivatif dan dukungan untuk memberi solusi terhadap persoalan yang saat ini sedang terjadi.

“Menurut Pak Singgih, Resto itu sudah ditutup sejak ada wabah virus Corona. Jika digunakan untuk perawatan pasien COVID-19, diperkirakan Resto mampu menampung sekitar 70 orang, dengan fasilitas cukup memadai. Air melimpah, ada musala, dapur bahkan ada kolam ikan dan berbagai burung dan binatang yang mampu memberi hiburan,” ungkapnya.

.Apalagi udara masih segar jauh dari polusi udara dan kebisingan karena banyak pepohonan dan jauh dari jalan raya.

Menurut penuturan Singgih Hartono yang disampaikan kepada Bambang Sulistya ide cerdas itu muncul dilatarbelakangi beberpa hal.
Yaitu, sudah dua kali yang bersangkutan mengalami positif COVID-19, yaitu akhir Juni 2020 dan bulan Mei 2021.

Kemudian, beberapa waktu yang lalu ada aduan dari sejumlah masyarakat yang keluarganya sakit namun belum bisa tertampung di Rumah Sakit walaupun akhirnya setelah dikomunikasikan dengan pihak terkait bisa tertampung di Rumah Sakit.

Berikutnya sebagai perwujudan prinsip hidup dan bentuk rasa syukur atas anugrahNya saat kembali sehat walafiat.

“Prinsip hidupnya adalah, hidup harus bermanfat dan siap menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan tanpa mahar dan tidak melihat latar belakang ras,agama,politik dan status sosial orang orang dibantu,” ucapnya.

Ketua PWIR Blora menilai, sosok Singgih Hartono adalah manusia tergolong langka di Kabupaten Blora yang super sibuk walaupun sudah termasuk Keren (Kelompok Rentan),karena umurnya sudah 69 tahun, namun semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara tidak pernah pudar.

“Beliau pernah menjadi Anggota DPRD Blora masa bakti 2004-2009 saat itu mendapat predikat peraih suara pemilih tertinggi dan terkenal legistator yang cerdas dan ktitis. Pernah menjadi Ketua Asosiasi Kontraktor Pengadaan Pangan, jadi anggota Kadin dan Saat ini jadi ketua LSM AMPERA serta sebagai anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Blora,” tuturnya.

Diungkapkannya, Singgih Hartono punya hoby yang sangat agak aneh, yaitu mengantar dan menemani orang sakit ke luar negeri (Malaysia), konon sudah 30 orang yang diantarkan.

“Disamping itu juga senang mencarikan dana untuk membiayahi anak sekolah berprestasi dari keluarga yang tidak mampu.Bahkan sudah ada dua anak yang dibiayai, lulus dari S2,” terangnya.

Sebagai sahabat baik, Bambang Sulistya menyarankan agar segera menyampaikan kepada Bupati atau Sekda Blora.

“Saya sebagai sahabat, karena niat beliau adalah niat yang tulus tanpa ada tedensi untuk kepentingan pribadi, gololonan atau politik selain hanya untuk kepentingan kemanusian, maka saya menyarankan agar segera menyampaikan kepada Bupati atau Sekda Blora,” kata Bambang Sulistya.

Pertimbangannya, disaat sulit seperti sekarang ini sudah jarang orang mau berbuat kebaikan untuk meringankan penderitaan orang lain apalagi mau mengorbankan harta.

Akhirnya Singgih menuliskan SMS kepada Bupati, “Selamat pagi pak Bupati mohon ijin dengan pertimbangan perkembangan COCID-19 di kabupaten Blora terlihat semakin meningkat ,bersama ini saya menawarkan diri kepada Bapak saya akan memijamkan gedung saya yang ada di Greneng (Greneng go Green) untuk bisa digunakan kamar perawatan pasien yang terpapar COVID-19 untuk warga dari kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Blora. Bisa digunakan menampung kurang lebih 70 kamar. Fasilitas yang ada listrik, air,musala, dan dapur. Semoga dapat bermanfaat untuk menyelamatkan korban COVID-19. Salam Hormat,”

“Sebagai warga masyarakat saya ikut mendukung semangat karya positif, jangan sampai pudar dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada Pak Singgih, semoga niat baik membuahkan manfaat bagi masyarakat. Informasi dari Pak Singgih ada jawaban dari pak Bupati, matur nuwun Pak segera akan saya koordinasikan pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan monitoring data COVID-19 Kabupaten Blora pada Senin (21/6/2021), jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 8.436 orang, sedangkan 7.376 dinyatakan sembu. Positif COVID-19 di rawat di Rumah Sakit 70 orang sedangkan isolasi mandiri 544 dan meninggal dunia 444 orang. (*).

Seorang warga Blora, Singgih Hartono, menawarkan gedung resto yang dimiliki untuk dipinjamkan sebagai ruang isolasi dan perwatan penderita COVID-19 di Kabupaten Blora.

Ide itu disampaikan Singgih Hartono kepada Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia Bambang Sulistya, Senin (21/6/2021).

“Saya mendapatkan telepon dari seorang sahabat yang sangat baik seperti saudara sendiri. Beliau mengabarkan kepada saya tentang idenya yang sangat melangit dan mulia atas realita yang saat ini terjadi di Bumi Mustika akibat dampak Virus Corona. Sahabat saya akan menawarkan gedung Resto miliknya yang ada di Dukuh Greneng Desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan untuk tempat perawatan pasien COVID-19,” ucap Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora.

Pihaknya pun mengapresiasi bahwa di tengah-tengah musibah pandemi COVID-19 muncul berbagai berita yang sangat beragam, ada yang bernada negatif yang membuat masyarakat semakin kalut dan takut, namun ada yang memberikan informasi bersifat positif, bernada motivatif dan dukungan untuk memberi solusi terhadap persoalan yang saat ini sedang terjadi.

“Menurut Pak Singgih, Resto itu sudah ditutup sejak ada wabah virus Corona. Jika digunakan untuk perawatan pasien COVID-19, diperkirakan Resto mampu menampung sekitar 70 orang, dengan fasilitas cukup memadai. Air melimpah, ada musala, dapur bahkan ada kolam ikan dan berbagai burung dan binatang yang mampu memberi hiburan,” ungkapnya.

.Apalagi udara masih segar jauh dari polusi udara dan kebisingan karena banyak pepohonan dan jauh dari jalan raya.

Menurut penuturan Singgih Hartono yang disampaikan kepada Bambang Sulistya ide cerdas itu muncul dilatarbelakangi beberpa hal.
Yaitu, sudah dua kali yang bersangkutan mengalami positif COVID-19, yaitu akhir Juni 2020 dan bulan Mei 2021.

Kemudian, beberapa waktu yang lalu ada aduan dari sejumlah masyarakat yang keluarganya sakit namun belum bisa tertampung di Rumah Sakit walaupun akhirnya setelah dikomunikasikan dengan pihak terkait bisa tertampung di Rumah Sakit.

Berikutnya sebagai perwujudan prinsip hidup dan bentuk rasa syukur atas anugrahNya saat kembali sehat walafiat.

“Prinsip hidupnya adalah, hidup harus bermanfat dan siap menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan tanpa mahar dan tidak melihat latar belakang ras,agama,politik dan status sosial orang orang dibantu,” ucapnya.

Ketua PWIR Blora menilai, sosok Singgih Hartono adalah manusia tergolong langka di Kabupaten Blora yang super sibuk walaupun sudah termasuk Keren (Kelompok Rentan),karena umurnya sudah 69 tahun, namun semangat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara tidak pernah pudar.

“Beliau pernah menjadi Anggota DPRD Blora masa bakti 2004-2009 saat itu mendapat predikat peraih suara pemilih tertinggi dan terkenal legistator yang cerdas dan ktitis. Pernah menjadi Ketua Asosiasi Kontraktor Pengadaan Pangan, jadi anggota Kadin dan Saat ini jadi ketua LSM AMPERA serta sebagai anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Blora,” tuturnya.

Diungkapkannya, Singgih Hartono punya hoby yang sangat agak aneh, yaitu mengantar dan menemani orang sakit ke luar negeri (Malaysia), konon sudah 30 orang yang diantarkan.

“Disamping itu juga senang mencarikan dana untuk membiayahi anak sekolah berprestasi dari keluarga yang tidak mampu.Bahkan sudah ada dua anak yang dibiayai, lulus dari S2,” terangnya.

Sebagai sahabat baik, Bambang Sulistya menyarankan agar segera menyampaikan kepada Bupati atau Sekda Blora.

“Saya sebagai sahabat, karena niat beliau adalah niat yang tulus tanpa ada tedensi untuk kepentingan pribadi, gololonan atau politik selain hanya untuk kepentingan kemanusian, maka saya menyarankan agar segera menyampaikan kepada Bupati atau Sekda Blora,” kata Bambang Sulistya.

Pertimbangannya, disaat sulit seperti sekarang ini sudah jarang orang mau berbuat kebaikan untuk meringankan penderitaan orang lain apalagi mau mengorbankan harta.

Akhirnya Singgih menuliskan SMS kepada Bupati, “Selamat pagi pak Bupati mohon ijin dengan pertimbangan perkembangan COCID-19 di kabupaten Blora terlihat semakin meningkat ,bersama ini saya menawarkan diri kepada Bapak saya akan memijamkan gedung saya yang ada di Greneng (Greneng go Green) untuk bisa digunakan kamar perawatan pasien yang terpapar COVID-19 untuk warga dari kecamatan Tunjungan dan Kecamatan Blora. Bisa digunakan menampung kurang lebih 70 kamar. Fasilitas yang ada listrik, air,musala, dan dapur. Semoga dapat bermanfaat untuk menyelamatkan korban COVID-19. Salam Hormat,”

“Sebagai warga masyarakat saya ikut mendukung semangat karya positif, jangan sampai pudar dan memberi apresiasi yang luar biasa kepada Pak Singgih, semoga niat baik membuahkan manfaat bagi masyarakat. Informasi dari Pak Singgih ada jawaban dari pak Bupati, matur nuwun Pak segera akan saya koordinasikan pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu berdasarkan monitoring data COVID-19 Kabupaten Blora pada Senin (21/6/2021), jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 8.436 orang, sedangkan 7.376 dinyatakan sembu. Positif COVID-19 di rawat di Rumah Sakit 70 orang sedangkan isolasi mandiri 544 dan meninggal dunia 444 orang. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.