BREAKING NEWS

  • Penutupan KKN, Korcam Banjarejo KKN IKMB IAIN Kudus Mengadakan Banjarejo Bersholawat 2023
  • Gelorakan Semangat UMKM, Mahasiswa KKN-IKMB IAIN Kudus 122 Mengadakan Pelatihan Lilin Aromaterapi Di Desa Kedungrejo
  • Demi mencegah angka stunting di Kunduran, Mahasiswa KKN IAIN Kudus 055 mengadakan workshop seputar pernikahan dini
  • Memperingati Maulid di SDN 3 Kunduran Bersama Mahasiswa KKN-IKMB IAIN Kudus
  • Ingin Mewujudkan Ekosistem Kesehatan yang Sehat, Edy Wuryanto Sentil Kepesertaan BPJS hingga Akreditasi FKTP
  • Ribuan Petani Lidah Tani Gelar Orasi Di Pemkab Blora
  • SiapGan di Bawah Pimpinan Farid Ardika Dasum, Komit Dorong Visi Futuristik Yang Komperhensif Bagi Kabupaten Blora
  • Melalui Sosialisasi dan Pelatihan Digital Marketing, Mahasiswa KKN IAIN Kudus kenalkan Media Sosial untuk Berbisnis
  • TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0721/Blora Resmi Dibuka Wakil Bupati di Desa Sambonganyar
  • Mahasiswa KKN IAIN Kudus Programkan Peningkatan Belajar Ilmu Al-Qur’an Melalui Pengabadian Mengajar Madin

Dua Atlet Panjat Tebing Dari Blora Raih Medali Emas PON XX Papua

0 1,187

Haloblora.co – Dua pemanjat tebing putri Blora, Agustina Sari dan Berthdigna Devi berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua.
Keduanya tergabung di tim putri Jateng di nomor Speed World Record Relay bersama atlet Grobogan, Aries Susanti Rahayu. Di pertandingan final yang berlangsung di Papua, Kamis (7/10), tim putri Jateng mengalahkan Nusa Tenggara Barat (NTB). Medali emas yang diraih tim putri ini merupakan emas pertama bagi kontingen Jateng di cabang panjat tebing. ‘’Terima kasih atas dukungan masyarakata Jateng dan Blora. Kami di sini senang sekali bisa mewujudkan mimpi meraih medali emas di PON XX Papua 2021,’’ ujar Berthdigna Devi. ‘’Kemenangan ini untuk masyarakat Jateng dan Blora,’’ timpal Agustina Sari.
Sekadar diketahui, Agustina Sari di PON sebelumnya pada 2016 di Jawa Barat mendapat medali perak perak nomor beregu putri Speed World Record. Sedangkan Berthdigna di PON kali ini merupakan penampilan pertamanya dan sukses mendapat emas.


Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora Hery Sutiyono menyambut gembira perolehan emas kedua atlet Blora tersebut. ‘’Setelah sehari sebelumnya atlet Blora atas nama Siti Nafisatul Hariroh meraih perak di cabang angkat besi, kali ini atlet Blora meraih emas. Tentu kami bangga dan mudah-mudahan perolehan medali ini akan bertambah lagi hingga berakhirnya PON XX 15 Oktober,’’ ujarnya.
Di PON tahun ini, KONI Blora menghendaki jumlah perolehan medali yang dipersembahkan atlet Blora minimal sama seperti pada PON XIX 2016 di Jawa Barat. Yakni satu emas, satu perak dan dua perunggu. Ketika itu emas diraih Krisna Wahyu Permana (Tolak Peluru), Agustina Sari (Perak) dan perunggu oleh Bektiningsih Primadian Fitri (Lari 800 meter) dan Risky Gita Anwar (Tim Hockey Putri Jateng).


Krisna Wahyu Permana sudah dipastikan gagal mempertahankan medali emasnya di PON tahun ini. Atlet dari Kecamatan Jepon itu hanya menduduki peringkat keempat di pertandingan final tolak peluru PON XX 2021 Papua yang berlangsung Rabu (6/10). ‘’Masih banyak atlet Blora yang belum bertanding di PON kali ini. Doakan saja mereka bisa meraih medali,’’ kata Ketua KONI Blora Hery Sutiyono.
Di PON kali ini Blora menyertakan sebanyak 10 atlet. Mereka adalah Krisna Wahyu Permana (Atletik-Tolak Peluru), Bektiningsih Prima Dian Fitri (Atletik), Adith Rico (Atletik), Adith Rici (Atletik), Ardian Yulianto (Atletik), Agustina Sari (Panjat Tebing), Berthdigna Devi (Panjat Tebing), M Yasin (Angkat Besi), Siti Nafisatul Hariroh (Angkat Besi) dan Irma Arunisa Iryanti (Dayung). Selain ke-10 atlet tersebut, Blora juga menyertakan atlet bela diri Sambo, Sunoto, untuk berlaga di PON Papua. Hanya saja cabang Sambo tidak dipertandingkan resmi melainkan partai ekshibisi. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.