DPRD Blora Akan Panggil Pertamina Dan PT SGT Terkait Mangkraknya Pembangunan Jembatan Canggah

0 88

Haloblora.co – Sudah empat tahun pembangunan Jembatan Canggah di Dusun Canggah Desa Talokwohmojo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora mangkrak. Kondisi ini membuat warga setempat mengeluh lantaran jembatan tersebut merupakan akses utama warga setempat.

Jembatan Canggah merupakan akses kendaraan berat PT Sarana GSS Trembul (SGT) yang melakukan kegiatan eksploitasi gas di kawasan ini. Pada November 2017, jembatan tersebut ambrol lantaran terus dilewati alat berat milik perusahaan ini.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Blora Subroto menyampaikan dalam waktu dekat akan memanggil pihak Kerja Sama Operasi Pertamina EP dan PT SGT (KSO PEP – PT SGT) untuk mencari solusi penyelesaian pembangun jembatan. Kondisi jembatan saat ini belum terhubung, hanya ada sebagian kecil hasil pembangunan. Sehingga menyulitkan warga beraktivitas.

“Makanya kami ada rencana untuk memanggil Pertamina dan PT SGT untuk cari solusi yang terbaik mas,” ucap Subroto, Minggu (14/02/2021).

Hal ini dilakukan setelah pihaknya melakukan inspeksi mendadak di jembatan tersebut bersama anggota komisinya beberapa waktu lalu. Menurutnya, jembatan Canggah ini masuk dalam skala prioritas.

“Minggu kemarin lagi di-resume yang berkaitan dengan sidak dalam daerah termasuk jembatan Talok (Canggah), jadi belum ditindaklanjuti mas. Tapi, tetep nanti kita ambil sekala prioritas termasuk jembatan ini karena berkaitan dengan jalur transportasi ya pasti mas, karena efeknya sangat luar biasa,” terangnya.

Pihaknya belum bisa memastikan sumber dana untuk melanjutkan pembangunan jembatan tersebut pada tahun ini yang diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp 2,4 Milyar.

“Setidaknya kita harus panggil dulu Pertamina dan PT SGT dulu mas, baru Pemkab bisa ambil langkah terbaik untuk jembatan Talok. Kalau Pertamina dan PT SGT tidak mau tanggung jawab, mau tidak mau Pemkab harus melanjutkan pembangunan jembatan tersebut demi kepentingan masyarakat sekitarnya. Itu pun tergantung anggaran yang ada, prinsip anggaran adalah skala prioritas yang utama,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Lapangan KSO – PT SGT, Agus Pamudji Widodo, tidak bisa berkata banyak terkait hal itu.

“Terkait jembatan itu, pihak manajemen yang lebih tahu,” kata Agus.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.