BREAKING NEWS

  • Bupati Lantik 198 PPPK di Lingkungan Pemkab Blora
  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko
  • Relawan Indonesia Sejahtera Kab.Blora Beri Bantuan ke Korban Kebakaran di Tiga Desa Kec.Tunjungan
  • Di hadapan Kapolri dan Panglima TNI: Kapolda Jateng, seluruh Kapolres serta Dandim menegaskan sikap Netral dalam mengamankan Pemilu 2023-2024.
  • Pesawat Ketiga Berisikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Palestina Diberangkatkan
  • Bersama Menanti RSUD di Randublatung ,Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Janji Kawal DAK untuk Daerah

BLORA SABET PENGHARGAAN TERBAIK PENCEGAHAN STUNTING TINGKAT PROVINSI

0 32

HaloBlora.com, SEMARANG – Wakil Bupati Arief Rohman, M.Si, menghadiri Acara Rakor penanggulangan kemiskinan daerah TKPKD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 di Aula Bappeda Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (15/12/2020).

Dalama laporan perkembangan kemiskinan di Provinsi Jateng, kepala bidang pemerintahan dan sosbud, Bappeda prov Jateng, Drs. Edi Wahyono, M.Si, menyampaikan bahwa ada 15 (lima belas) kabupaten dan kota di zona merah menurut perbandingannya dengan jumlah penduduk.

Drs. Edi Wahyono, M.Si, juga menyampaikan tentang permasalahan stunting, dimana presiden mempunyai target yang sangat ambisius untuk membebaskan stunting dari Indonesia.

“Presiden Indonesia mempunyai target yang sangat ambisius, dimana pada tahun 2024, angka stunting di Indonesia harus di Bawah 15%.” Ucapnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan berhubungan dengan penanganan Stunting tingkat provinsi Jawa Tengah dalam 3 (tiga) kategori yaitu kategori pelaksanaan 8 aksi konvergensi pencegahan stunting terintegrasi tahun 2020, dimana kabupaten Blora menyabet peringkat pertama, diikuti Kabupaten Pekalongan di peringkat kedua dan kabupaten Pemalang di peringkat ketiga, untuk kategori perintis pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan stunting terintegrasi tahun 2020 dimana kota Pekalongan menyabet peringkat pertama, diikuti Kabupaten Banjarnegara di peringkat kedua serta untuk kategori pelaksanaan 4 aksi konvergensi pencegahan stunting terintegrasi tahun 2020 diraih oleh Kabupaten Jepara sebagai yang terbaik, dimana penyerahan diberikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Dr. Prasetyo Aribowo, S.H, M. Soc.SC.

Pj. Sekda, mewakili wakil gubernur Jateng setelah memberikan penghargaan kepada beberapa kabupaten dan kota berhubungan dengan stunting, berkesempatan menyampaikan pengarahan dalam rakor.

Dr. Prasetyo Aribowo, S.H, M. Soc.SC, menyampaikan agar rakor ini bisa mencari solusi dan konsep nyata dalam penurunan angka kemiskinan serta stunting di Provinsi Jateng.

Acara dihadiri oleh wakil bupati yang menerima penghargaan, serta unsur Kepala Dinas terkait Provinsi Jawa Tengah.

Wakil Bupati Blora menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerjasama semua pihak, baik itu OPD maupun elemen masyarakat dalam mengatasi permasalahan stunting di Kab. Blora.

“Mewakili Bapak Bupati, saya mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan dukungan seluruh elemen masyarakat Kab. Blora dalam menanggulangi stunting. Ini penghargaan untuk kita semua agar Blora bisa mengatasi permasalahan stunting ini secepatnya.”ucap Arief Rohman.

Leave A Reply

Your email address will not be published.