BREAKING NEWS

  • Edy Wuryanto, Apresiasi Capaian UHC Blora Harus Didukung dengan Layanan Kesehatan yang Lebih Baik
  • Blora Socmed Award 2023, Dinkes Mendapatkan Predikat Juara Terbaik,Dindukcapil Juara Teraktif
  • Bupati Lantik 198 PPPK di Lingkungan Pemkab Blora
  • Bawaslu Blora Gelar Apel Siaga Pengawasan Pemilu Tahun 2024
  • Bantuan Kemensos RI Bersama Komisi VIII DPR RI di Desa Wisata Bangsri Jepon
  • Rasa Syukur Diterima Beasiswa KIP-K Angkatan 2023, Formadikip IAIN Kudus Gelar MARWA Bersama 450 Mahasiswa
  • Sejumlah Narasumber Berikan Pelatihan Jurnalistik Dan Pemanfaatan Medsos Di Kelurahan Tambahrejo Blora
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto Usulkan Puskesmas bisa Dampingi Mereka yang Berisiko
  • Relawan Indonesia Sejahtera Kab.Blora Beri Bantuan ke Korban Kebakaran di Tiga Desa Kec.Tunjungan
  • Di hadapan Kapolri dan Panglima TNI: Kapolda Jateng, seluruh Kapolres serta Dandim menegaskan sikap Netral dalam mengamankan Pemilu 2023-2024.

Akronim WAHYU-LK Pemantik Reorganisasi Pengurus KTNA Blora Periode 2021-2026

0 56

Haloblora.co – Ketua Dewan Penasehat Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora, H. Bambang Sulistya menyampaikan dalam memilih figur pemimpin yang akan mengemban amanah hendaknya memiliki kriteria yang dirumuskan dalam akronim
WAHYU-LK.

Hai itu diungkapkan dalam sambutan Rembug Paripurna KTNA Blora dalam rangka pembentukan kepengurusan  periode 2021-2026 di gedung auditorium Konco Tani Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Blora, Kamis (18/2/2021).

“Itu bukan wahyu dari langit lingkaran ketujuh, tetapi maknanya,” ucapnya.

Yaitu, W-Wani (berani), seorang pemimpin harus wani atau berani berjuang, berani berkorban, berani kepyur (berbagi) dan berani mengalah untuk menang.

“Kemudian A – Aktif mencari imformasi, aktif membangun komunikasi dengan mitra kerja terkait dan aktif mancari trobosan dalam memecahkan persoalan serta aktif mengembangkan inovasi,” terangnya.

Berikutnya, H – Hati, pemimpin selalu berpijak pada kebersihan hati, tidak emosional apalagi mudah marah dalam setiap menghadapi persoalan.

Y – Yakin, seseorang dapat dipercaya kalau mendapat amanah sehingga bisa dilihat rekam jejak yang bersangkutan selama ini apakah bisa bertanggungjawab setiap melaksanakan penugasan atau hanya pandai bersilat lidah.

“Selanjutnya U, artinya unggul dalam kwalitas sumber daya manusia, punya pengalaman yang sesuai bidang tugas, dedikasi dan pendidikan tinggi dan memiliki keunggulan dalam memimpin organisasi,” jelasnya.

Sedangkan akronim LK, kepanjangan dari Lemah dan Kuat.

“Artinya pemimpin harus mampu melihat kekurangan yang ada di organisasi dan mampu membanguan kekuatan agar organisasi maju,” jelasnya.

Mantan Sekda dan Kepala Dinas Pertanian Blora  itu menilai ada lima kelemahan di bidang pertanian yaitu lemah dalam organisasi, lemah dalam teknologi, lemah dalam permodalan, lemah dalam kemitraan dan lemah dalam pemasaran.

Sementara itu dari hasil pemilihan, terpilih jadi ketua KTNA 2021- 2026 Sudarwanto mendapat suara 19 dan pesaingnya Plt Ketua KTNA 2015-2020 Sugiyanto memperoleh suara 17 orang.

Pemilihan dilaksanakan secara demokratis tanpa money politik dan tanpa intimidasi atau pesan sponsor.

Setelah terbentuk pengurus periode 2021-2027 langsung dilakukan pelantikan oleh Ketua KTNA Provinsi Jawa Tengah, Munaji.

Dalam sambutannya Munaji menitipkan pesan agar pengurus KTNA baru harus bisa menjadi mitra kerja baik mampu mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan dan ikut berperan aktif memecahkan persoalan para petani di kabupaten Blora khususnya dalam mengatasi persoalan pupuk. (RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.