Aini Arief Rohman Apresiasi Biogas Ternak Di Mojowetan

0 282

Haloblora.co – Kegiatan pembangunan peternakan perlu memperhatikan daya dukung dan kualitas lingkungan. Usaha peternakan sapi yang belum terlokalisasi akan menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Pencemaran ini disebabkan oleh pengelolaan limbah yang belum dilakukan dengan baik, tetapi kalau dikelola dengan baik, limbah tersebut akan memberikan nilai tambah bagi usaha peternakan dan lingkungan disekitarnya.

Sistem usaha peternakan dengan penerapan usaha pengelolaan limbah menjadi Biogas merupakan salah satu upaya untuk meminimalisasi limbah ternak dan tidak mencemari lingkungan.

Sapi sebagai penghasil daging juga menghasilkan kotoran ternak yang dapat dimanfaatkan menjadi biogas sebagai energi alternatif dengan cara dikumpulkan dan diproses secara baik dalam skala kecil (peternak), skala menengah (kelompok/gabungan kelompok) atau besar (wilayah dan nasional) sesuai dengan jumlah ternaknya. Biogas dapat dimanfaatkan sebagai energi akternatif

Biogas adalah gas yang mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun demikian hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana

Desa Mojowetan kec.Banjarejo Blora mendapat apresiasi positip dari istri Bupati terpilih Pilkada 2020.Nyonya Aini Arief Rohman Rabu (03/02/2021)mendatangi lokasi Biogas tersebut.
Ny Aini Arief Rohman menyampaikan” Bahwa Biogas menjadi salah satu pencegahan pencemaran lingkungan dan secara ekonomi dapat membatu warga Blora.Limbah dari Biogas juga bisa diolah kembali menjadi pupuk, dan sangat potensial karena kabupaten Blora banyak peternak.Saya ucapkan terimakasih kepada posyantekdes yang telah memberikan solusi bagi masyarakat kecil khususnya di Mojowetan” pungkasnya

Sementara itu Tenaga ahli teknologi tepat guna (TA-TTG) Kemendes Hastati memaparkan” Kehadiran lembaga posyantekdes diharapkan mampu bekerjasama dengan pemerintahan desa setempat untuk menjadikan persoalan yang ada dimasyarakat dirubah menjadi potensi sehingga bisa diolah dan dikembangkan.Banyak potensi desa belum digarap dengan maksimal.Ini pekuang besar,suport dari pemdes dan Pemkab serta semua pihak sangat dibutuhkan,”pungkasnya.(RED-HB)

Leave A Reply

Your email address will not be published.